Sinopsis Film: Beautiful Creatures

Apalagi yang bisa dilakukan seorang mahasiswi akhir saat-saat libur panjang seperti ini selain nonton film dan baca buku. Well, karena buku-buku yang ada cukup membuat otak berpikir keras gue lebih sering menjatuhkan pilihan ke Nonton Film... ditambah fasilitas tv kabel yang bikin lo dengan leluasa nonton saluran tv luar negeri.

Nah kali ini film beruntung yang mau gue bahas berjudul BEAUTIFUL CREATURES.
Film ini rilis pada tahun 2013 disutradarai oleh Richard LaGravenese dan dibintangi Alice Englert, Alden Ehrenreich, Jeremy Irons dan aktris ternama Emma Thomspon. Film ini menceritakan kisah cinta antara dua makhluk, manusia dan caster. Caster diceritakan merupakan sosok jin yang berwujud manusia yang mampu mengubah cuaca atau menghasilkan ilusi.
Cerita bermula saat Lena, seorang gadis cantik namun berperilaku aneh bertemu dengan Ethan. Lena adalah murid pindahan namun anehnya Ethan sering memimpikan Lena sebelumnya. Karena Lena memiliki perilaku yang aneh sehingga ia dijauhi teman-temannya. Dan hanya Ethan yang akhirnya mau berteman dengannya dan justru pada akhirnya mereka saling jatuh cinta.

Namun ternyata cinta mereka tidak semulus yang dibayangkan, karena ternyata Lena adalah seorang caster. Ia tinggal di sebuah rumah yang apabila manusia yang melihatnya merupakan rumah tua yang kosong dan rusak. Namun merupakan rumah megah jika dilihat dari sudut pandang kaum caster. Mereka tidak dapat bersatu karena ternyata dalam dunia caster ada sebuah hukum yang tidak dapat diubah oleh siapapun bahwa caster yang mencintai manusia dan memilih mempertahankan cinta itu akan kehilangan yang dicintainya dan akan dimasukkan ke dalam golongan caster jahat.

Lena tinggal bersama pamannya yang bijaksana, yang termasuk ke dalam golongan caster baik, Macon (yang merupakan tokoh idola gue di sini hahaha). Beserta bibinya dan sepupu laki-lakinya. Sepupu perempuannya, Ridley telah memilih untuk bergabung bersama dengan caster jahat sehingga ia akhirnya diusir dari rumah tersebut. Padahal tadinya Ridley dan Lena sangatlah dekat dan akrab.

Lena melalui Ridley akhirnya tahu bahwa Seraphine yang merupakan ibu kandung Lena adalah caster yang amat sangat jahat. Dan kutukan itu begitu kuat ada di dalam diri Lena, sehingga ia memang memiliki bakat 'kuat' tadi. Namun, Macom mengatakan bahwa ia selalu dapat menentukan pilihannya sendiri.

Lena bimbang, melalui Ammy seorang manusia dari kaum peramal yang menjadi penjaga perpustakaan caster selama beratus-ratus tahun memberi tahukan kepada Lena bahwa mungkin ia harus mencari sendiri pemecahan masalahnya. Karena Macom pun setiap hari selalu ke perpustakaan untuk mencari tahu bagaimana menghilangkan kutukan tersebut.

Hingga akhirnya Lena tahu bahwa satu-satunya cara menyingkirkan kutukan itu adalah dengan cara melenyapkan manusia yang dicintai itu. Lena akhirnya memutuskan dengan segala keberaniannya untuk membuat Ethan hilang ingatan sehingga ia dapat 'melenyapkan' Ethan tanpa membunuh atau menyakitinya. Namun Ammy tahu bahwa Lena melakukan pengorbanan besar itu. Macom pun memuji keputusannya yang tepat. Tetapi Seraphine dan Ridley tidak kehabisan akal untuk 'merekrut' Lena kedalam golongan caster jahat. Sehingga disusunlah rencana jahat, yaitu pada ulang tahun Lena yang ke-16, Ridley akan memberikan sebuah peluru kepada Link, yang merupakan sahabat Ethan. Link diminta untuk latihan tembak menembak dengan Ethan, dan detik-detik disaat Lena membacakan sumpah setianya untuk menghapus kutukan tersebut, Ethan tertembak dan Lena pun tersendat, ia berlari menghampiri Ethan.

Ethan yang sudah terkapar itu akhirnya meninggal, dan kemudian munculah Ridley dan Seraphine untuk membujuk kembali Lena agar bersedia bergabung bersama mereka. Namun karena Lena teringat akan kata-kata Macom ia pun justru mengamuk dan membunuh ibunya sendiri (Ridley diberikan kesempatan untuk bebas karena ia sebenarnya hanyalah pesuruh Seraphine). Namun ternyata yang meninggal tadi bukanlah Ethan yang asli tetapi Macom yang menyamar sebagai Ethan. Ia tahu ini adalah harga yang harus dibayar untuk menghilangkan kutukan tersebut. Biarlah orang yang disayang itu adalah Macom bukan Ethan. Karena sesungguhnya Macom mencintai ibu Ethan namun tak pernah sampai cintanya.

Di akhir, Ethan yang akan pindah ke New York bertemu kembali dengan Lena, meskipun ia lupa pada Lena namun ia berbincang sejenak dengannya dan Lena pun memberikannya buku sebagai hadiah perpisahan. Namun di akhir cerita, mata Lena yang satu berubah menyala seperti mata para caster jahat. Dan saat itu Ethan seperti kembali mengingat siapa Lena sebenarnya dan ia meneriakan nama Lena, dan mata jahat itu meredup. Selesai

Well, well, well mohon maaf ya kalau penjelasannya kurang dipahami, atau menurut kalian ga menarik. Tapi menurut gue film ini menggambarkan kita banget sebagai manusia.
Ada hal-hal yang ga bisa dilanggar. Ada aturan-aturan yang itu diciptakan oleh pencipta kita untuk kebaikan bagi diri kita dan jika dilanggar maka keburukan akan menimpa kita.
Dan semua pilihan ada di tangan manusia, menjadi baik, menjadi buruk, mengikuti hawa nafsu atau berpegang pada prinsip, semua itu adalah pilihan.
Tidak ada yang namanya iman karena keturunan, begitupun kutukan/dosa karena orang tua kita dulu melakukan... there is non sense...
Walaupun di endingnya menurut gue film ini ingin memberikan kita suatu ruang imajinasi apakah Lena akan kembali kepada Ethan atau tetap dengan prinsip teguhnya sebagai caster baik? Well, gue memilih bahwa meredupnya mata jahat Lena adalah bahwa ia memilih untuk menikah dengan caster lain, seseorang dari kaumnya yang telah diatur tentunya dalam aturan-aturan yang agung.

sumber gambar: http://blogs.idahostatesman.com/wp-content/uploads/2013/02/Beautiful-Creatures.jpg



Komentar